Konsep Dasar Ekonomi Industri

Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Konsep Dasar Ekonomi Industri .

Manusia sebagai makhluk sosial merupakan mahkluk yang berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketika kita membahas tentang ekonomi maka tidak akan lepas dari yang namanya Rumah tangga, yang di dalam nya mencangkup proses konsumsi, distribusi dan konsumsi. Ekonomi industri menelaah struktur pasar dan perusahaan yg secara relatif lebih menekankan pada studi empiris faktor-faktor yg mempengaruhi struktur, perilaku dan kinerja pasar.

Sebagai contoh saja misalnya sepatu olahraga memiliki banyak model sesuai dengan kebutuhannya. Bentuknya pun juga harus disesuaikan dengan jenis olahraga yang akan dilakukan agar lebih efisien.

Proses produksi sepatu dipabrik tentunya melalui beberapa tahapan panjang yang harus dilalui. Mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas, membuat pola, memotong bahan sesuai pola lalu menggabungkan setiap bagian menjadi sebuah sepatu.

Barthwal (2010) menyatakan bahwa awal mula dari perumusan elemen-elemen ekonomika industri sulit diketahui. Meskipun demikian, mengacu pada
Hamprey (1940) dan Shepherd (1979), Barthwal (2010) menyatakan bahwa sejumlah bahasan terkait praktik monopoli dan beberapa elemen lain dari ekonomika industri sudah ada sejak tahun 2100 SM. Namun demikian, sejarah
ekonomika industri modern berawal pada abad 17 ketika Adam Smith
mengeluarkan buku The Wealth of Nations (1776). Teori perusahaan yang
dikemukakan oleh Smith dianggap sebagai awal mula lahirnya ekonomi industri
kontemporer atau biasa disebut “the mother of the contemporary industrial
economics
” (Barthwal, 2004). Kontribusi utama Adam Smith yang selanjutnya
menjadi basis acuan ekonomika industri adalah konsep pembagian kerja
(division of labor) dan analisis harga produk. Sebagai tambahan, dalam analisis
harga produk, Smith memperkenalkan konsep harga pasar (market price) yang
ditentukan oleh pasar dan konsep harga alamiah (natural price) yang ditentukan
berdasarkan faktor produksi tenaga kerja yang diperlukan dalam proses
produksi.
Pada periode selanjutnya, pertengahan abad ke-18 hingga pertengahan abad
ke-19, analisis ekonomi terkait aktivitas industri lebih banyak berkutat pada
metodologi (Barthwal, 2007).

Bersambung