Bank syariah dan perbedaannya

BANK SYARIAH
Sejarah bank syariah
Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang pada awalnya hanya merupakan tempat penitipan harta para saudagar untuk menghindari adanya kehilangan kecurian atau perampokan selama proses perjalanan dalam sebuah perdagangan.di mulai dari jasa penukaran uang yang dilakukan antara kerajaan satu dengan kerajaan lain sebagai media perdangan kemudian berkembang menjadi penitipan uang atau barang dan berkembang menjadi sebagai tempat meminjam uang.
Pada abad ke 20, lahirnya perbankan syariah tidak terlepas dari lahirnya dua gerakan renaisans islam modern yaitu gerakan neo revipaalis dan modernis. Sekitar tahun 1940-an di pakistan dan malaysia telah terdapat upaya-upaya pengelolaan dana jemaah haji secara nonkonvesional. Tahun 1963 islamic rural bank nerdiri di desa mit ghamr di qaira mesir.
Perbankan syariah secara global tumbuh dengan kecepatan 10-15% pertahun, dan menunjukan tanda-tanda yang konsisten di masa yang akan datang.


Pengartian bank syariah
Bank syariah adalah sebuah sistem perbankan yang berdasarkan pada ketentuan hukum islam.
Transaksi yang di larang
Haram zatnya/aharam li-dzatihi
Transaksi yang dilarang oleh prinsip syariah di karenakan zatnya haram jelas menurut al-qur’an dan al hadist. Seperti minuman keras,daging babi,bangkai,dan sebagainya.
Contohnya nasabah mengajukan akad murabahah untk pembiayaan pmbelian minuman keras,maka dalam prinsip syariah hukumnya adalah haram.
Haram selain zatnya/haram li ghairi.
Contohnya seperti: riba
Tidak sah/lengkap akadnya.
Prinsip bank syariah
Bebas dari bunga
Bebas dari kegiatan spekulatif dan non produktif seperti perjudian ( maisir)
Bersih dari hal-hal yang meragukan ( goror)
Bebas dari hal-hal bathil
Fungsi bank syariah
Menghimpun dana dari masyarakat
Menyalurkan data kepada masyarakat
Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran
Mendukung kelancaran transaksi internasional
Tujuan bank syariah
Mengganti sistem riba baik berupa keuangan atau non keuangan ( Qs 2:275)

Ciri khas bank syariah
transaksi tanpa riba
akad jual beli
harga jual tidak berubah sejak akad
tiak ada asuransi
tanpa ada sita
PERBEDAAN BANK SYARIAH DAN BANK KONVESIONAL
No
Aspek
Bank konvesional
Bank syariah

1.
Hukum
Hukum positif yang berlaku di indonesia (pidana dan perdata)
Syariah islam berdasarkan al-qur’an dan al hadist dan fatwa para ulama(mui)

2.
Investasi
Semua bidang usaha
Jenis usaha yang halal saja

3.
Orientasi
Keuntungan (profit oriented) semata
Keuntungan (profit oriented) kemakmuran dan kebahagian dunia dan akhirat

4.
Keuntungan
Dari bunga
Dari bagi hasil

5.
Hubungan nasabah dan bank
Kreditur dan debitur
Kemitraan

6.
Keberadaan dewan pengawas
Ada
Tidak ada